Oleh: arsyadgafar | Desember 7, 2009

Saya mencari markus

Pagi itu saya menerima telepon dari seorang kawan. Dia bilang: “Bapak kenal nggak sama Kapolres?”. Saya jawab: “Emang ada apa?. Kalau ada urusan sama Polisi kita tidak perlu kenal atau tidak”. Kata dia lagi: “Ada teman saya pemilik toko mas, ditangkap polisi karena beli mas dari seorang penjambret”. “Ada uang untuk mengurusnya 50 juta”.
Menerima berita itu, lalu saya terangkan proses pemeriksaan di polisi, lalu ke kejaksaan, kemudian disidangkan di Pengadilan. Namun, kawan itu kaget dan menyergah, “Jangan sampai ke Pengadilan Pak”.
Pembicaraanpun terputus. Beberapa minggu kemudian saya baru ketemu kawan itu. Iseng-iseng saya tanya: “Gimana urusan temannya yang ditangkap itu?” Maksud saya, mungkin dia perlu didampingi Penasehat Hukum dan berharap dia mau didampingi oleh saya.
Tapi, jawabannya cukup mengejutkan. “Sudah beres pak. Tapi habisnya 100 juta”.
Walah…walah…kata saya dalam bathin. Mungkin inilah yang dilakukan para markus itu. Mereka menggunakan KUHP dengan cermat. Kasih Uang Habis Perkara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: