Oleh: arsyadgafar | Desember 16, 2009

Saya perlu pak Ogah

Masih ingat pak Ogah dalam cerita si Unyil? Pasti icon pak Ogah sangat lengket di ingatan kita sampai kapanpun. Icon itu menggambarkan sosok pak Ogah yang selalu minta tip kalau jasanya kita gunakan sekecil apapun. Maka merek pak Ogah lantas menjadi stempel yang melekat pada siapapun yang selalu minta uang receh bila dimintai pertolongan.
Di kota-kota besar yang selalu dirundung kemacetan lalu lintas, bisnis kecil-kecilan untuk mengatur lalu lintas menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh “pekerjaan” bagi para pengangguran. Pengatur lalu lintas bayaran itu sangat dikenal oleh masyarakat dengan julukan pak Ogah.
Anehnya, pak Ogah ini ogah mengatur lalu lintas kalau Polisi Lalu Lintas beneran ada di situ. Entah takut atau gimana, gitu.

Dua minggu lalu, di bulan Desember 09, seorang pengemudi mobil beradu mulut dengan pak Ogah di tengah kemacetan perempatan jalan. Entah apa penyebabnya. Tapi dari kata-kata yang terdengar, nampaknya si sopir ogah mengeluarkan cepek untuk jasa pak Ogah. Jadinya berantem deh. Akibatnya, rentetan bunyi klakson dari para pengemudi yang kurang sabar.

Kita yang sudah terbiasa dengan konsidisi di jalan raya, biasanya maklum dan tidak mau ambil pusing dengan soal-soal kecil yang ada di jalan. Dari pada berantem sama pak Ogah mending siapin uang cepe’an agak banyakan di mobil. Itung-itung ngasih sodhaqoh bagi kaum dhuafa. Saya lalu membuat kalkulasi keamanan dan kenyamanan di jalan raya yang sesungguhnya kurang aman dan tidak nyaman. Setiap hari saya habiskan lima ribu rupiah untuk jasa pak ogah, rasanya juga tidak terlalu membebani. ¬†Mending begitu, daripada tensi darah semakin tinggi dan dada rasa sesak.

Akhirnya sampai pada kesimpulan, kalau tidak mau merasakan macet, ayo kita pindah ke kampung halaman kita masing-masing. Selesai persoalan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: