Tentang saya

Pada bulan Februari 1965,  gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Makassar semakin menakutkan sehingga banyak anak muda bergabung ke organisasi Islam seperti Banser NU (Barisan Serbaguna NU), Pemuda Muhammadiyah dsb. Waktu itu saya kuliah di Fakultas Hukum UNHAS pada tingkat III (istilah sekarang smester 6).

Karena bersamaan dengan menghangatnya situasi politik dan diperparah oleh Keadaan Darurat dalam berkonfrontasi dengan Malaysia, maka saya memutuskan untuk menjadi tentara. Saya memilih menjadi anggota KKO TNI AL (sekarang Marinir). Pendidikan militer dilaksanakan di Pusdiklat KKO AL Gubeng Surabaya selama 9 bulan di Sekolah Dasar Perwira KKO AL (SEDASPAKO IV). Tamat dari pendidikan, mendapat pangkat Letnan Dua KKO AL. Menjelang pelantikan sebagai Perwira, para siswa dibawa ke Jakarta untuk mengikuti upacara hari ABRI tgl 5 Oktober 1965.

Tanggal 30 September 1965 jam 07.00 WIB, para peserta latihan upacara sedang bersiap-siap akan memasuki lapangan upacara di parkir timur Gelora Bung Karno, tiba-tiba pasukan upacara diperintahkan untuk segera pulang ke Markas KKO Cilandak. Entah apa yang terjadi, belum ada yang tahu. Setiba di Markas Cilandak, kami semua dipersenjatai dengan AK 47 dengan peluru dalam magasen penuh siap tempur. Para siswa belum ada yang menyadari bahwa tadi malam pada dini hari sekitar jam 03.00 telah terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah Jenderal TNI AD.

Sekira jam 08.00 pagi, kami mendengar melalui RRI sebuah pengumuman yang dibacakan oleh Letkol Untung yang isinya menyatakan bahwa telah terjadi penyelamatan terhadap diri Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, dan agar setiap orang mentaati perintah gerakan revolusioner tsb. Semua anggota tentara yang lebih tinggi dari Letkol diturunkan pangkatnya sehingga menjadi Letkol.

Keadaan mencekam. Tidak ada yang tahu, siapa lawan dan siapa kawan. Kecurigaan terhadap rombongan tentara dari lain kesatuan sangat tinggi. Namun demikian, semua menahan diri untuk tidak melakukan provokasi apalagi melakukan serangan terhadap satu sama lain.

Baru pada hari yang ketiga, keadaan semakin jelas, dan jenazah dari para Jenderal yang dibunuh sudah ditemukan di Lubang Buaya Jakarta Timur yang pada waktu itu masih berupa hutan karet. Setelah semua informasi dikumpulkan oleh aparat inteligen, maka diketahuilah bahwa penculikan dan pembunuhan itu dilakukan oleh sekelompok anggota PKI dan dibantu oleh Gerwani dan Pemuda Rakyat (keduanya adalah organisasi onderbouw PKI).

Peristiwa itu adalah merupakan tonggak sejarah yang menentukan arah hidup saya selanjutnya. Sejak itulah saya menetapkan hati untuk meniti karier militer dan berlangsung  32 tahun lamanya sampai pensiun tahun 1999 dengan pangkat Laksamana Pertama TNI.

Kini waktu telah mencapai fase-fase akhir dari jadwal kehidupan. Saya berusaha mengisi masa tua dengan sedikit pengabdian yang masih tersisa dengan menjadi Penasehat Hukum. Tidak terasa pada tahun 2009 ini sudah sepuluh tahun lamanya saya menggeluti pekerjaan sebagai Advocat/Penasehat Hukum. Banyak orang menyangka saya sudah kaya karena menjadi Penasehat Hukum. Kenyataannya tidak juga. Karena sebenarnya lebih asyik membantu mereka yang terhimpit kesulitan dan tidak berdaya, setidaknya dengan nasehat hukum atau support moril dalam menghadapi perkara dalam kehidupan mereka.

Responses

  1. Engkau telah dikirimkan sang Pencipta kepadaku
    Dan kini telah berada disisiku
    berdua dalam biduk asmara
    Supaya engkau tahu, hatiku telah luluh dan bersimpuh
    Dihadapanmu
    Karena engkau telah membuka tirai cinta yang terselubung
    Dibalik keindahan pesona mu
    Ketika aku belum sadar akan arti cinta
    Dan menganggap bahwa bercinta tidak perlu
    Namun kehadiranmu telah merobah semuanya
    Ketika kusadari betapa harmoni cinta telah mewarnai hidupku
    sepasang kata terukir indah dalam kalbuku
    “sampai akhir hayat, aku akan selalu disisimu”
    (Terjemahan bebas syaur lagu Maher Zain http://www.youtube.com/watch?v=PHbZ9SXHJwA&feature=fvsr)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: